Sebagai informasi, saat ini PT Global Dinamika Kencana (DGK) yang dimiliki pengusaha Jahja Tjahjana mengendalikan DGIK dengan porsi 52,3 persen saham. Jahja mengambil alih DGIK pada 2021 dengan mengakuisisi 51,85 persen saham.
Jahja membeli saham DGIK dari pemegang saham lama yakni Saham tersebut diambil alih dari 4 pemegang saham lama DGIK, yaitu PT Lintas Kebayoran Kota (34,12 persen), PT Rezeki Segitiga Emas (9,32 persen), PT Lokasindo Aditama (7,60 persen), dan PT Multidaya Hutama Indokarunia (0,81 persen). Harga kesepakatan untuk saham tersebut mencapai Rp229,85 miliar dengan harga rata-rata Rp80 per saham.
Sementara itu, Tokyu Construction yang berbasis di Tokyo adalah bagian dari konglomerasi besar Tokyu Group. Di Indonesia, Tokyu Construction telah beroperasi melalui entitas anak, PT Tokyu Construction Indonesia yang juga terlibat dalam pengerjaan proyek MRT Jakarta.
(Rahmat Fiansyah)