sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

S&P 500 dan Nasdaq Sentuh Rekor Tertinggi Baru Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia

Market news editor Nur Ichsan Yuniarto
06/10/2026 22:50 WIB
Ini terjadi seiring dengan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan merosotnya harga minyak.
S&P 500 dan Nasdaq Sentuh Rekor Tertinggi Baru Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia
S&P 500 dan Nasdaq Sentuh Rekor Tertinggi Baru Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia

IDXChannel - Indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi baru pada hari Selasa (6/10/2026). Ini terjadi seiring dengan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan merosotnya harga minyak, sementara para investor menanti musim laporan keuangan kuartalan yang akan datang.

Sebagian besar saham ‘Magnificent Seven’ naik tipis pada awal perdagangan, dengan Meta (META.O), Tesla (TSLA.O), dan Amazon.com (AMZN.O), semuanya mengalami kenaikan. Apple (AAPL.O) dan Alphabet (GOOGL.O), menjadi pengecualian, masing-masing turun sekitar 0,2 persen.

Perusahaan perancang chip Nvidia (NVDA.O) naik 1,2 persen, sehingga mendorong valuasi pasar perusahaan paling berharga di dunia itu mendekati angka USD6 triliun.

“Sektor yang menurut saya dipandang sebagai yang akan berkinerja terbaik adalah teknologi informasi,” kata Manajer portofolio senior di Dakota Wealth, Robert Pavlik dikutip dari Reuters, Selasa (6/10/2026).

“Harapan untuk sektor lainnya ⁠cukup rendah, kecuali sektor energi. Kenaikan harga energi akan berdampak negatif terhadap belanja konsumen," lanjutnya.

Optimisme ​seputar perdagangan AI dan harapan akan laba perusahaan yang kuat mengangkat saham-saham teknologi, yang semakin memperkuat pasar bullish yang dimulai pada ​Oktober 2022.

Imbal hasil obligasi Treasury bertenor 30 tahun tetap stabil di 5,66 persen, sementara imbal hasil obligasi acuan bertenor 10 tahun turun 2,1 basis poin menjadi 5,28 persen. Laporan ketenagakerjaan pekan lalu yang lebih lemah dari perkiraan meredakan ekspektasi terkait kenaikan suku bunga tahun ini.

Para pedagang kini memperkirakan ada peluang 78 persen bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan ini, meskipun kenaikan suku bunga pada Desember sebagian besar sudah diperhitungkan dalam harga, menurut alat FedWatch dari CME Group.

Setidaknya empat pejabat Fed, termasuk Presiden Fed New York John Williams, dijadwalkan untuk menyampaikan pernyataan publik. Sembilan dari 11 sektor di S&P 500 ‌diperdagangkan lebih tinggi, dengan sektor utilitas (.SPLRCU) dan sektor kesehatan (.SPXHC) memimpin kenaikan.

Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 243,69 poin, atau 0,48 persen, menjadi 51.511,59, S&P 500 (.SPX) naik 43,17 poin, atau 0,56 persen, menjadi 7.817,12, dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 173,61 poin, atau 0,63 persen, menjadi 27.650,92.

Sementara itu, harga minyak turun lebih dari 2 persen karena ekspor minyak mentah Timur Tengah yang tetap kuat dan pelepasan cadangan darurat G7 meredakan kekhawatiran pasokan. Saham-saham sektor energi S&P 500 (.SPNY) turun 0,6 persen.

Musim laporan keuangan kuartal ketiga akan dimulai minggu depan. Menurut data LSEG, para analis secara rata-rata memperkirakan laba S&P 500 akan melonjak lebih dari 30 persen secara tahunan pada kuartal tersebut, terutama berkat saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI).

Produsen chip AMD (AMD.O), naik hampir 1 persen setelah CEO Lisa Su menyatakan bahwa perusahaan berencana meningkatkan pasokan chip secara signifikan pada tahun 2027 untuk memenuhi permintaan AI yang melonjak.

Constellation Energy (CEG.O) menjadi saham dengan kenaikan tertinggi di S&P 500, naik 12,9 persen setelah Google milik Alphabet (GOOGL.O) menandatangani kesepakatan pasokan listrik sebesar 3.590 megawatt dengan perusahaan tersebut.

Jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun dengan rasio 1,91 banding 1 di NYSE dan 1,64 banding 1 di Nasdaq. Indeks S&P 500 mencatat 18 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu rekor terendah baru, sementara Indeks Komposit Nasdaq mencatat 39 rekor tertinggi baru dan 63 rekor terendah baru.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement