IDXChannel - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi berada dalam rentang 5.800 hingga 6.200 pada akhir 2026. Proyeksi ini skenario terburuk (worst case) apabila berbagai katalis positif yang dinantikan pasar modal gagal terealisasi.
Direktur PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur), Stefanus Dennis Winarto menjelaskan, proyeksi stagnasi indeks tersebut dapat terjadi jika pasar bergerak tanpa topangan sentimen pendorong yang kuat.
“Jika worst case-nya untuk Indonesia, kemungkinan besar akan berada pada 5.800 hingga 6.200. Ini akan ada di situ karena katalis yang kita harapkan untuk positif tidak kejadian dan lumayan flat,” ujar Stefanus dalam Media Gathering di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Stefanus menambahkan, arah pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, di antaranya perkembangan evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta dinamika di pasar saham global yang berkaitan dengan sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Meski demikian, Stefanus menilai IHSG masih menyimpan peluang untuk meloncat hingga level 6.800 apabila skenario positif yang diharapkan investor benar-benar terwujud.