Di saat yang sama, kinerja keuangan perseroan belum menunjukkan pemulihan yang cukup kuat untuk menopang valuasi setelah reli besar tersebut.
Pendapatan TRIN tercatat sekitar Rp188 miliar sepanjang 2025.
Sementara itu, pada semester I-2026, penjualan anjlok sekitar 83 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp29 miliar.
Laba bersih yang masih tercatat pada periode tersebut juga perlu dicermati karena lebih banyak ditopang pendapatan lain-lain.
Di sisi lain, arus kas operasi masih negatif dan beban utang tetap tinggi.
Tekanan terhadap saham TRIN bahkan sudah terlihat sebelum pengunduran diri Rahayu diumumkan.
Pada akhir September 2026, BEI meminta penjelasan perseroan setelah harga sahamnya terkoreksi kumulatif 20 persen dalam tiga hari perdagangan.