Tekanan tersebut terjadi setelah perjalanan harga TRIN yang sangat volatil.
Dari level ratusan rupiah pada akhir 2025, saham ini sempat melesat hingga menyentuh Rp1.975 pada awal 2026.
Namun, setelah mencapai puncaknya, harga terus terkoreksi hingga berada di kisaran Rp150-an pada pertengahan Oktober 2026.
Euforia Penunjukan Rahayu Saraswati
Lonjakan harga TRIN bermula sejak awal Oktober 2025, dua bulan sebelum Rahayu diangkat sebagai Komisaris Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Desember 2025.
Bersamaan dengan pengangkatan tersebut, ia memperoleh opsi pengalihan saham awal sekitar 5 persen dari pemegang saham utama, dengan rencana peningkatan kepemilikan secara bertahap hingga 20 persen.
Kehadiran Rahayu langsung memicu euforia di pasar. Saham TRIN sempat mencatat auto rejection atas (ARA) selama beberapa hari berturut-turut dan melonjak ratusan persen dalam waktu singkat.