Investor menyoroti perlambatan pertumbuhan bisnis e-commerce dan periklanan, serta peningkatan belanja modal perusahaan. Kondisi ini membayangi kinerja positif bisnis komputasi awan Amazon Web Services (AWS). AWS membukukan pendapatan USD46 miliar pada kuartal III-2026, tumbuh 39,3 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut menjadi yang tercepat dalam hampir lima tahun.
Di sisi lain, Amazon tetap mempertahankan rencana belanja modal sekitar USD220 miliar sepanjang 2026. Besarnya investasi tersebut turut menekan arus kas bebas perusahaan yang mencatatkan arus keluar sebesar USD42,4 miliar dalam 12 bulan terakhir hingga September 2026.
Sementara itu, saham Intel mengalami tekanan jauh lebih dalam dengan anjlok sekitar 30 persen. Pelemahan tersebut dipicu proyeksi pendapatan kuartal IV-2026 yang lebih rendah dari perkiraan pasar, di tengah lemahnya permintaan prosesor komputer pribadi atau personal computer (PC) dan kendala rantai pasok chip pusat data.
Intel memperkirakan pendapatan kuartal IV-2026 berada di kisaran USD15 miliar hingga USD16 miliar, di bawah ekspektasi analis sebesar USD17,07 miliar. Perseroan juga memperingatkan bahwa arus kasnya belum akan mencatatkan posisi positif tahun ini.
Pasar PC yang masih menghadapi kekurangan komponen menjadi salah satu tantangan bagi Intel. Kelangkaan chip memori global, yang sebagian dipicu meningkatnya kebutuhan infrastruktur pusat data AI, turut menghambat pasokan komponen dan menekan pengiriman PC.
(DESI ANGRIANI)