Tekanan juga membayangi saham Microsoft. Perusahaan teknologi tersebut menyelesaikan penerbitan obligasi senilai USD25 miliar untuk mendukung ambisi pengembangan AI. Langkah ini menambah perhatian investor terhadap ketergantungan perusahaan teknologi besar pada pendanaan melalui penerbitan utang dan saham untuk membangun infrastruktur AI.
Sebelumnya perusahaan-perusahaan teknologi tersebut banyak mengandalkan arus kas internal untuk membiayai ekspansi. Meningkatnya kebutuhan pendanaan eksternal memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan investasi infrastruktur AI di tengah ketidakpastian tingkat pengembalian.
Analis Vital Knowledge menilai sentimen terhadap saham teknologi kembali memburuk setelah sempat menunjukkan perbaikan pada awal pekan ini.
"Investor kembali mempertanyakan apakah sektor tersebut memasuki siklus umpan balik negatif, ketika sentimen pesimistis menghambat kemampuan perusahaan menghimpun pendanaan melalui utang dan saham, yang selanjutnya dapat menekan belanja pusat data," tulis analis Vital Knowledge dalam catatannya.
Tekanan terhadap saham teknologi semakin besar setelah Amazon dan Intel merilis kinerja keuangan terbaru. Saham Amazon sempat melemah dalam perdagangan awal Jumat, meskipun berhasil memangkas sebagian kerugian yang terjadi sebelum pembukaan pasar.