Dalam keterbukaan informasi pada Selasa (6/10/2026), BYAN mengungkapkan Jhonlin Baratama menambah jumlah saham yang akan diakuisisi menjadi 10.084.088.370 saham dari sebelumnya 10.000.000.500 saham. Artinya, terdapat tambahan sekitar 83,99 juta saham.
Perubahan tersebut tertuang dalam perubahan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) yang ditandatangani pada 1 Oktober 2026.
Dengan harga transaksi di pasar negosiasi Rp2.588 per saham, nilai 10.084.088.370 saham tersebut secara matematis mencapai sekitar Rp26,10 triliun, atau hampir sama dengan nilai transaksi jumbo BYAN yang tercatat di BEI pada Rabu.
Meski demikian, transaksi akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan sebagaimana diatur dalam CSPA. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi dan transaksi diselesaikan, Jhonlin Baratama akan memiliki 10.084.088.370 saham BYAN.
Dari sisi operasional, BYAN memperoleh tambahan kuota produksi sekitar 15 juta-20 juta ton untuk tiga anak usaha setelah revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 disetujui. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.