AMMN, yang terafiliasi dengan Grup Salim, menjadi salah satu pemberat terbesar setelah harganya turun 10,17 persen dalam sepekan ke Rp4.240 per unit. Pelemahan tersebut menyumbang tekanan sebesar 19,13 poin terhadap IHSG.
Sementara itu, saham Grup Bakrie melalui BRMS turun 13,64 persen ke Rp570 per unit, dengan kontribusi negatif 13,74 poin.
Saham BREN dari Grup Barito milik Prajogo Pangestu juga terkoreksi 8,52 persen ke Rp2.830 dan memberikan tekanan 8,52 poin terhadap indeks.
Tekanan juga datang dari sektor perbankan. Dua bank besar dalam daftar top laggards, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), secara bersama-sama menyumbang minus 23,46 poin terhadap IHSG.
BBCA turun 2,40 persen dalam sepekan ke Rp6.100 per unit dan memberikan kontribusi negatif 13,15 poin.