Aksi korporasi tersebut tidak memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS), dengan nilai maksimal Rp500 miliar atau tidak melebihi 20 persen dari modal disetor. Dana buyback akan bersumber dari kas internal perusahaan.
Meski berpotensi menopang permintaan saham, buyback berlangsung ketika BRIS juga menghadapi agenda penambahan modal.
Perseroan berencana menerbitkan maksimal 6,8 miliar saham baru melalui rights issue yang akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 November 2026, dengan target penyelesaian pada kuartal I-2027.
Analis Mirae Sekuritas Muhammad Nurkholis Syafruddin menilai angka 6,8 miliar saham tersebut merupakan batas maksimum penerbitan, bukan jumlah yang pasti direalisasikan.
Dalam riset 1 Oktober 2026, ia memperkirakan kebutuhan modal BRIS pada 2027 mencapai Rp13,34 triliun.