Artinya, investor berpotensi menuntut imbal hasil lebih tinggi untuk menanggung risiko investasi di pasar yang dianggap kurang menarik atau lebih sulit diakses.
Model regresi Macquarie menunjukkan bank di frontier market perlu menghasilkan return on equity (ROE) sebesar 15 persen agar sahamnya layak diperdagangkan pada rasio harga terhadap nilai buku (price-to-book value/PBV) sebesar 1 kali.
Di emerging market, tingkat ROE sebesar 10 persen dinilai sudah cukup untuk mencapai valuasi yang sama.
Tekanan terhadap valuasi juga dapat bertambah apabila imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertahan tinggi.
“Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia juga dapat membuat imbal hasil obligasi bertahan tinggi,” tulis analis Macquarie.