Di pasar obligasi, dampak langsung usulan MSCI relatif terbatas karena konsultasi tersebut berkaitan dengan indeks saham, bukan indeks obligasi. Namun, pasar obligasi domestik tetap menghadapi risiko dari perubahan nilai tukar, pergerakan imbal hasil global, dan aliran dana investor asing.
Dalam periode 19–23 Oktober 2026, imbal hasil SBN tenor 10 tahun naik sekitar 28 bps menjadi 7,45 persen, dari 7,17 persen pada akhir pekan sebelumnya. SBN perlu dicermati karena kepemilikan asing dan sensitivitasnya terhadap pergerakan nilai tukar dapat memengaruhi dinamika pasar.
Sementara itu, obligasi korporasi yang kepemilikannya lebih banyak didominasi oleh investor domestik memiliki struktur investor yang berbeda, meskipun tetap menghadapi risiko suku bunga, kredit, dan likuiditas.
Ke depan, ujar Camar, sejumlah faktor yang perlu diperhatikan mencakup perkembangan konsultasi MSCI dan reformasi pasar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI), arah kebijakan Federal Reserve dan pergerakan imbal hasil US Treasury,6 volatilitas USD/IDR, risiko fiskal dan kebutuhan pembiayaan pemerintah, serta pergerakan harga minyak di tengah ketidakpastian geopolitik. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi sentimen, inflasi, arah kebijakan moneter, dan premi risiko di pasar obligasi domestik.