sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Proyeksi Harga Minyak Pekan Ini, Brent Berpeluang Tembus USD120 per Barel

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
02/11/2026 06:47 WIB
Harga minyak mentah berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan ini seiring meningkatnya risiko eskalasi konflik Iran.
Proyeksi Harga Minyak Pekan Ini, Brent Berpeluang Tembus USD120 per Barel. (Foto: Magnific)
Proyeksi Harga Minyak Pekan Ini, Brent Berpeluang Tembus USD120 per Barel. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak mentah berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan ini seiring meningkatnya risiko eskalasi konflik Iran, yang kembali menjadi penggerak utama pasar energi.

Harga minyak melonjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Jumat (30/10/2026) pekan lalu dan ditutup di level tertinggi sejak akhir April.

Namun, secara mingguan, kenaikannya masih terbatas di bawah 1 persen karena pelaku pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik dan prospek pasokan minyak global.

Kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Desember yang berakhir pada Jumat naik 2,4 persen menjadi USD117,64 per barel, setelah sempat menyentuh USD118 per barel.

Sementara itu, kontrak Brent Januari yang lebih aktif naik USD2,63 menjadi USD113,43 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga menguat 2,08 persen menjadi USD104,12 per barel.

Dalam sepekan, harga Brent naik 0,79 persen, sedangkan WTI menguat 0,82 persen. Secara bulanan, Brent mencatat kenaikan 13,6 persen dan WTI melesat 15,2 persen.

Konflik Iran Jadi Penggerak Utama

Kenaikan harga minyak pada akhir pekan lalu terjadi ketika pasar bersiap menghadapi potensi eskalasi konflik Iran setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS).

Analis FX Empire Vladimir Zernov menilai harga WTI menguat karena pasar mengantisipasi kemungkinan AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Presiden AS Donald Trump telah mendapat paparan mengenai opsi militer terhadap Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan, delegasi Qatar yang berupaya menjadi mediator antara AS dan Iran juga tiba di Teheran. Qatar berusaha mencegah kemungkinan serangan terhadap Iran yang dapat memperluas konflik di kawasan.

Trump juga mengatakan perang Iran akan segera berakhir, dengan pasar menilai opsi militer masih terbuka apabila Iran tidak memberikan konsesi terkait program nuklirnya.

Kondisi tersebut membuat perkembangan geopolitik menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan pelaku pasar minyak pada pekan ini.

Brent Berpeluang Uji USD120

Dari sisi teknikal, Zernov melihat harga WTI tengah berupaya bertahan di atas level USD104 per barel. Jika berhasil, harga WTI berpeluang bergerak menuju resistance terdekat di kisaran USD106-USD106,15 per barel.

Penembusan level tersebut dapat membuka ruang kenaikan berikutnya menuju USD110,50-USD111 per barel.

Sementara itu, harga Brent kontrak Januari berada di sekitar USD113 per barel setelah pelaku pasar beralih dari kontrak Desember.

Kontrak Desember masih diperdagangkan di atas USD117,50 per barel, tetapi volumenya relatif rendah karena kontrak tersebut telah memasuki masa berakhir.

Untuk Brent, resistance terdekat berada di kisaran USD114,50-USD115 per barel. Jika mampu menembus area tersebut, harga berpeluang menguji level USD119,50-USD120 per barel. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement