sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Produksi Panas Bumi PGEO Kembali Cetak Rekor, Tembus 4.114 GWh hingga September

Market news editor Desi Angriani
19/10/2026 20:33 WIB
Realisasi tersebut menjadi rekor tertinggi perseroan untuk periode sembilan bulan, sekaligus mencapai 108,22 persen dari target sebesar 3.801 GWh.
Produksi Panas Bumi PGEO Kembali Cetak Rekor, Tembus 4.114 GWh hingga September (Foto: dok PGEO)
Produksi Panas Bumi PGEO Kembali Cetak Rekor, Tembus 4.114 GWh hingga September (Foto: dok PGEO)

Keandalan pembangkit juga tercermin dari Equivalent Availability Factor (EAF) kumulatif yang mencapai 98,51 persen hingga September 2026, melampaui target 92,20 persen. Sementara itu, Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) tercatat 0,21 persen, lebih rendah dibandingkan batas rencana 1,48 persen.

Dari lima area operasi, Kamojang menjadi kontributor terbesar dengan produksi 1.438 GWh atau 118,77 persen dari target. Angka tersebut menyumbang sekitar 35 persen terhadap total produksi PGEO sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Lumut Balai mencatat produksi 702 GWh atau 115,84 persen dari target. Adapun Lahendong menghasilkan 658 GWh atau 106,44 persen dari target.

"Capaian ini merupakan wujud nyata komitmen kami menjaga keandalan listrik panas bumi. Hasil ini buah dari disiplin mengelola reservoir, kesiapan pembangkit, dan eksekusi pemeliharaan yang semakin efisien. Dengan begitu, kami terus menghadirkan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan untuk menunjang ketahanan energi nasional,” katanya.

Direktur Keuangan PGEO Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan, kinerja operasional yang solid turut menopang fundamental perseroan. Pada semester I-2026, PGEO membukukan pendapatan sebesar USD79,61 juta, meningkat 15,48 persen.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement