sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

PGN (PGAS) Bidik 109 BCF Gas dari Sumur SM-1 WK Pekawai

Market news editor Rahmat Fiansyah
27/09/2026 05:00 WIB
PT Saka Energi Indonesia (SAKA) melakukan pengeboran sumur eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Pekawai, Kalimantan Timur.
PT Saka Energi Indonesia (SAKA) melakukan pengeboran sumur eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Pekawai, Kalimantan Timur. (Foto: Ist)
PT Saka Energi Indonesia (SAKA) melakukan pengeboran sumur eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Pekawai, Kalimantan Timur. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN (PGAS) melalui anak usahanya di sektor hulu, PT Saka Energi Indonesia (SAKA), terus memperkuat kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru guna mendukung ketahanan energi nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengeboran sumur eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Pekawai, Kalimantan Timur. Pengeboran sumur tersebut ditajak pada 22 September 2026 melalui PT Saka Energi Sepinggan selaku operator WK Pekawai. SAKA dipercaya pemerintah melalui SKK Migas sebagai operator wilayah kerja tersebut sejak 16 Mei 2018.

SAKA memperkirakan volume hidrokarbon in-place (P50) pada struktur SM-1 mencapai 109 miliar kaki kubik (BCF) gas bumi dan 22 juta barel setara minyak (MMBOE) kondensat.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi mengatakan, pengeboran SM-1 menjadi salah satu langkah strategis untuk menguji potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui berbagai studi geologi dan geofisika.

"Pengeboran Saka Manpatu-1 merupakan langkah penting untuk menguji potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui berbagai kegiatan studi geologi dan geofisika," katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (26/9/2026).

Dalam proses pengeboran, SAKA berkolaborasi dengan konsorsium PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan PT ADES Drilling Indonesia menggunakan Jack-Up Rig Soehanah. Pengeboran SM-1 juga didukung teknologi Casing While Drilling (CWD), yang sebelumnya telah berhasil diterapkan pada pengeboran sumur SID-5 di WK Pangkah.

"Teknologi tersebut memungkinkan pengeboran dan pemasangan casing dilakukan dalam satu kali proses, sehingga mendukung efektivitas dan efisiensi operasi sekaligus aspek keselamatan dalam menghadapi karakteristik bawah permukaan," kata Fuji.

Berbagai persiapan teknis dan operasional telah dilakukan, mulai dari kesiapan rig, instalasi dan integrasi peralatan, pengujian sistem, hingga kesiapan personel serta aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE). Sumur SM-1 ditargetkan mencapai kedalaman akhir sekitar 12.400 kaki terukur (ftMD), dengan rencana well testing pada dua zona target.

Potensi WK Pekawai juga didukung karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan telah memiliki Plan of Development (POD). Sekitar 10–24 persen struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai. Kesinambungan struktur geologi dan keberadaan hidrokarbon yang telah teridentifikasi di Lapangan Manpatu menjadi salah satu aspek yang mendukung prospek eksplorasi di WK Pekawai.

"Kami akan terus menjalankan kegiatan eksplorasi secara terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional," ujar Fuji.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement