"Di tengah tekanan overcapacity dan kenaikan biaya energi, kami berfokus untuk mengamankan pasar dan pendapatan, meningkatkan efisiensi melalui operational excellence, serta memperkuat pengelolaan keuangan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis," ujar Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, dalam keterangan resminya, Sabtu (31/10/2026).
Secara umum, Indrieffouny menyebut bahwa peningkatan profitabilitas merupakan hasil implementasi dari berbagai inisiatif strategis perusahaan, dengan didukung oleh penguatan fundamental bisnis, optimalisasi operasional, serta pengelolaan keuangan yang disiplin.
Tak hanya itu, pemulihan permintaan semen nasional dinilai turut menjadi pendorong kinerja penjualan SIG, di mana realisasi penjualan domestik tumbuh 4,2 persen (YoY) menjadi 22,27 juta ton.
Dalam hal ini, segmen semen kantong menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 4,6 persen, sedangkan segmen semen curah meningkat 2,9 persen.
Sementara dari sisi biaya, beban pokok pendapatan tercatat Rp21,55 triliun atau meningkat 6,1 persen (YoY), sedangkan beban keuangan bersih berhasil ditekan hingga turun 37 persen (YoY).