Menurut Rahma, pasar keuangan mendapatkan rasa aman (reassurance) terkait komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin defisit anggaran serta kesehatan postur APBN.
"Suahasil dikenal sebagai teknokrat murni yang sangat ketat mengawal postur fiskal agar tetap resilien di tengah dinamika global," kata Rahma.
Ia menambahkan, penunjukan ini melegakan bagi pelaku pasar karena dinilai mampu menjaga soliditas sinergi lintas otoritas di dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta badan pengelola investasi.
Dalam pernyataan resminya pascapelantikan, Suahasil pun langsung menegaskan bahwa transisi kepemimpinan ini merupakan bentuk kesinambungan manajerial yang berfokus pada pengawalan kredibilitas keuangan negara sesuai mandat Presiden.
"Secara keseluruhan, pasar memandang pergantian ini sebagai langkah yang mengutamakan kepastian, stabilitas makro, dan terjaganya kepercayaan investor ketimbang perubahan arah angin kebijakan fiskal Indonesia," tutur Rahma.
(kunthi fahmar sandy)