sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pakuwon (PWON) Bukukan Pendapatan Rp5,21 Triliun hingga Kuartal III-2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
02/11/2026 14:10 WIB
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,21 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,21 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. (Foto: Ist)
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,21 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,21 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut tumbuh 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,12 triliun, ditopang oleh kinerja pusat perbelanjaan dan perhotelan.

Pendapatan berulang (recurring revenue) menjadi penopang utama dengan kontribusi Rp4,44 triliun, meningkat 8 persen secara tahunan. Porsi pendapatan berulang terhadap total pendapatan juga naik dari 80 persen menjadi 85 persen.

Corporate Secretary & Direktur Keuangan Pakuwon Jati, Minarto Basuki mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan portofolio properti investasi perseroan, terutama dari operasional pusat perbelanjaan, perhotelan, dan aset komersial lainnya.

"Pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan portofolio properti investasi perseroan, yaitu dari kegiatan operasional pusat perbelanjaan, perhotelan, dan aset komersial lainnya," ujar Minarto dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Dari segmen pendapatan berulang, pusat perbelanjaan menjadi kontributor terbesar. Pendapatan retail mal mencapai Rp3,12 triliun atau tumbuh 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan perhotelan meningkat 17 persen menjadi Rp1,13 triliun.

Sebaliknya, pendapatan penyewaan kantor turun 11 persen menjadi Rp187 miliar dari sebelumnya Rp211 miliar. Secara keseluruhan, retail leasing menyumbang 60 persen terhadap total pendapatan, hotel dan serviced apartment 22 persen, serta office leasing 4 persen.

Di sisi lain, pendapatan dari pengembangan properti atau development revenue turun 25 persen menjadi Rp770 miliar dari Rp1,02 triliun. Penurunan ini sejalan dengan marketing sales yang terkoreksi 10 persen menjadi Rp811 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Sebanyak 49 persen dari nilai penjualan tersebut berasal dari program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Dari sisi profitabilitas, laba bruto Pakuwon Jati meningkat 4 persen menjadi Rp2,96 triliun. EBITDA juga tumbuh 4 persen menjadi Rp2,86 triliun. Namun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 16 persen menjadi Rp1,78 triliun, dipengaruhi kerugian selisih kurs dan penyesuaian nilai investasi.

Jika kedua faktor tersebut dikecualikan, laba bersih yang disesuaikan atau adjusted net income justru tumbuh 5 persen menjadi Rp2,13 triliun. Perhitungan tersebut mengecualikan kerugian selisih kurs sebesar Rp45 miliar dan kerugian penyesuaian nilai investasi sebesar Rp304 miliar.

Hingga September 2026, perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp780 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung sejumlah proyek strategis, antara lain pembangunan Pakuwon Mall Surabaya Tahap 5, Superblok Pakuwon Mall Bekasi, dan Kota Kasablanka Tahap 4 di Jakarta.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement