Kebutuhan pendanaan juga berpotensi meningkat setelah Indosat melakukan investasi pada bisnis jaringan serat optik dan 5G.
Perseroan kemungkinan perlu menambah utang atau menjual piutang dari kontrak layanan cloud untuk memperoleh dana yang dibutuhkan Zankore.
Di sisi lain, permintaan menjadi tanda tanya terbesar.
JPMorgan menilai pembangunan pusat data dan infrastruktur komputasi AI di Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Thailand, sudah berlangsung cukup agresif.
Karena itu, belum jelas mengapa pelanggan AI dalam jumlah besar akan memilih kapasitas dari Indonesia, terutama ketika harga layanan neocloud domestik Indosat juga menunjukkan tren kenaikan.
Selain itu, investasi infrastruktur AI di Indonesia mulai meningkat signifikan.
Sejumlah perusahaan seperti Firmus dan CoreWeave juga telah mengumumkan investasi baru, sehingga risiko kelebihan kapasitas atau oversupply semakin perlu diperhatikan.