Harga emas kini kembali diperdagangkan di atas USD4.000 per troy ons, didukung pelemahan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap ekspansi pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mendorong rotasi dana dari saham-saham AS.
Ryan menilai tren kenaikan emas akan lebih terkonfirmasi apabila konflik AS-Iran mencapai penyelesaian dan harga minyak berbalik turun.
Saham Berdividen Tinggi Jadi Pilihan
Di tengah dinamika harga komoditas tersebut, Indo Premier masih mengunggulkan saham-saham dengan potensi dividen menarik, terutama dari sektor batu bara, logam, dan gas bumi.
Untuk sektor batu bara, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi pilihan utama.
Keduanya dinilai menarik seiring harga batu bara yang masih relatif tinggi dan potensi pembagian dividen yang besar.