Kondisi tersebut mendorong investor global mulai menempatkan pasar saham Indonesia sebagai alternatif investasi strategis, khususnya bagi pelaku pasar yang mencari peluang diversifikasi portofolio di luar sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang tengah mendominasi pasar global.
“Anda mulai melihat orang-orang mulai memperhatikan Indonesia, salah satunya sebagai semacam strategi investasi yang berlawanan dengan tren AI,” kata dia.
Berdasarkan pemetaan HSBC, posisi pasar saham Indonesia saat ini berada di kelompok menengah jika dibandingkan dengan bursa saham Asia Pasifik lainnya, terutama dari sisi proyeksi pertumbuhan laba bersih emiten (earnings growth) serta indikator valuasi.
Herald menyoroti pasar saham berbasis AI di kawasan regional yang masih menyedot perhatian dana global akibat lonjakan pertumbuhan laba perusahaan yang sangat signifikan.