Menurutnya, kondisi tersebut menjadi keunggulan bagi kedua negara dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia. Terlebih, negara dengan populasi besar seperti China dan India memiliki kebutuhan minyak goreng yang tinggi.
Dia menambahkan, potensi industri kelapa sawit tidak hanya berasal dari kebutuhan minyak goreng, tetapi juga beragam produk turunannya yang digunakan dalam berbagai industri, termasuk kosmetik
"Di China ada penduduk 2 miliar, di India ada 2 miliar, mereka butuh minyak goreng dari Indonesia dan Malaysia. Dan bukan hanya untuk minyak goreng, tapi turunannya banyak sekali untuk kosmetik dan lain-lain," kata Lo Kheng Hong.
(Dhera Arizona)