Tahun 2026 menandai 100 tahun perjalanan panas bumi Indonesia, yang bermula dari eksplorasi di Kamojang, Jawa Barat, pada 1926. Satu abad kemudian, panas bumi terus berkembang menjadi salah satu sumber energi strategis untuk mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan momentum ini sebagai pengingat sekaligus penyemangat bagi Perseroan untuk terus mengembangkan potensi panas bumi Indonesia dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
“Seratus tahun perjalanan panas bumi Indonesia merupakan warisan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus mengembangkan potensi energi bersih nasional. Komitmen PGE bukan hanya menjaga keandalan operasional dan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan panas bumi terus memberikan manfaat bagi masyarakat, mendukung ketahanan energi, dan menciptakan nilai bagi generasi mendatang,” ujar Ahmad Yani.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, PGE terus mempercepat pengembangan sejumlah proyek strategis, termasuk Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8. Perseroan menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034, dengan komitmen bisnis untuk tumbuh bersama masyarakat.
(NIA DEVIYANA)