Ditinjau dari lini usahanya, sektor industri penunjang konstruksi tampil sebagai kontributor paling dominan dengan menyumbang 36,3 persen terhadap total perolehan kontrak baru perseroan.
Porsi berikutnya diisi oleh segmen infrastruktur dan bangunan gedung sebesar 31,3 persen, lini energi serta industrial plant sebesar 27,2 persen, serta sektor properti dan investasi yang meraup 5,2 persen.
Berdasarkan profil pemberi kerja, proyek-proyek milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendominasi portofolio kontrak baru WIKA dengan kontribusi mencapai 49,5 persen. Di samping itu, proyek yang bersumber dari pemerintah menyumbang 29,1 persen, sementara 19,5 persen sisanya berasal dari pemberi kerja sektor swasta.
WIKA saat ini aktif menggarap sejumlah proyek strategis infrastruktur pemerintah di berbagai penjuru daerah. Beberapa di antaranya mencakup Jalan Bebas Hambatan Seksi 6B di Kalimantan Timur, penanganan darurat ruas Jalan Nasional Sibolga–Padang Sidempuan, serta pekerjaan rehabilitasi Sungai Tukka di Sumatera Utara.