Saat itu tahun 1984, usianya sekitar 20 lebih sedikit. Di media tersebut, dia awalnya bekerja sebagai fotografer. Namun kebutuhan akan reporter pasar modal memaksanya merangkap menjadi wartawan tulis.
Tanpa bisa menolak, dia menjalani dua pekerjaan, menulis sekaligus tukang foto profesional di pasar modal.
"Saya awalnya fotografer di Harian Neraca, yang sering ngepos di pasar modal. Dari awal di pasar modal, motret-motret di sana. Ketika reporter kurang, akhirnya saya diperbantukan, nulis (berita) juga, motret juga," kata Bang Komar kepada IDXChannel.
Dia mengaku, tak mudah menjalani profesi barunya. Namun sedikit ilmu yang didapat saat menjadi fotografer di pasar modal membuatnya sedikit memahami cara kerjanya.
Dia pun mulai menggali ilmu lebih dalam, belajar istilah-istilah hingga regulasi terkait pasar modal. Dia juga rajin membaca koran-koran ekonomi lain untuk menunjang tugas barunya.