Selain itu, belanja pemerintah yang tumbuh 19 persen secara tahunan sepanjang sembilan bulan pertama 2026 turut menopang aktivitas ekonomi.
Namun, kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah diperkirakan menjadi tekanan bagi kinerja sektor konsumer ke depan.
Pada segmen konsumen massal dan berpendapatan rendah, CGSI memperkirakan pertumbuhan pendapatan masih positif, tetapi berpotensi melambat dibandingkan capaian sepanjang kuartal I-III-2026.
Proyeksi tersebut sejalan dengan perkiraan meredanya pertumbuhan belanja pemerintah ke depan.
Sebaliknya, segmen konsumen menengah atas diperkirakan relatif lebih tangguh.
CGSI melihat belanja domestik kelompok ini masih berpeluang meningkat meskipun rupiah diperkirakan melanjutkan pelemahan terhadap sejumlah mata uang utama.