Dalam riset yang terbit pada 5 November 2026, keduanya menganalisis pertumbuhan pendapatan tahunan dari 118 segmen terkait konsumsi yang berasal dari 91 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perlambatan pertumbuhan pendapatan FMCG terutama dipengaruhi oleh lebih sedikitnya momentum perayaan dibandingkan semester I-2026.
Meski demikian, kategori kebutuhan pokok atau groceries masih mencatat pertumbuhan kuat sebesar 17 persen, ditopang produk air minum dalam kemasan, makanan dan minuman olahan, serta produk susu.
Sementara itu, segmen perawatan pribadi (personal care) mulai menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan pendapatan 5 persen pada kuartal III-2026, dibandingkan 3 persen pada kuartal sebelumnya.
Sebaliknya, rokok, farmasi, dan roti menjadi sejumlah kategori dengan kinerja paling lemah.