Perlambatan juga terlihat pada segmen non-FMCG dan gaya hidup yang mencerminkan belanja diskresioner atau pengeluaran di luar kebutuhan pokok.
Pertumbuhan pendapatan median kelompok ini mencapai 8 persen secara tahunan, turun dari 10 persen pada kuartal II-2026.
Meski melambat, pertumbuhan tersebut masih lebih baik dibandingkan kuartal I-2026 dan kuartal IV-2025.
CGSI menilai kondisi ini dipengaruhi oleh berkurangnya momentum perayaan, kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi dan solar sebesar 10-32 persen secara tahunan, serta pelemahan rupiah terhadap sejumlah mata uang utama.
Jika dilihat berdasarkan kelompok konsumen, segmen menengah atas masih mencatat pertumbuhan pendapatan 12 persen pada kuartal III-2026, sedikit melambat dari 13 persen pada kuartal sebelumnya.