Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. RNTH tercatat sebesar Rp9,21 triliun pada 2020, kemudian meningkat menjadi Rp13,37 triliun pada 2021 dan Rp14,71 triliun pada 2022. Setelah turun menjadi Rp10,75 triliun pada 2023, RNTH kembali meningkat menjadi Rp12,85 triliun pada 2024 dan Rp18,07 triliun pada 2025.
Sementara itu, nilai aset under management (AUM) industri pengelolaan investasi juga masih berada di atas Rp1.000 triliun. Per 6 Agustus 2026, AUM tercatat sebesar Rp1.026,05 triliun. Angka tersebut memang turun 1,60 persen dibandingkan posisi 2025 yang mencapai Rp1.042,71 triliun, tetapi masih jauh lebih tinggi dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp837,37 triliun.
Pertumbuhan juga terlihat pada aktivitas reksa dana, dengan nilai aktiva bersih (NAB) yang kembali meningkat. NAB tercatat sekitar Rp674,67 triliun per 6 Agustus 2026, relatif stabil dibandingkan posisi 2025 sebesar Rp675,32 triliun.
"Kita patut mengucapkan syukur Atas begitu banyak capaian prestasi yang sudah dihasilkan oleh pasar modal Indonesia dan bagaimana juga pasar modal Indonesia telah menorehkan sejarah Dan juga berperan sekta aktif dalam pembangunan nasional Indonesia," kata Friderica.
(Dhera Arizona)