Meger mengatakan perhatian pasar berikutnya akan tertuju pada perkembangan harga energi karena komponen tersebut menjadi salah satu sumber tekanan inflasi di AS.
"Fokus utama pasar berikutnya adalah perkembangan pasar energi, karena kami melihat sektor energi menjadi bagian besar dari kekhawatiran inflasi. Setiap eskalasi atau deeskalasi di Timur Tengah yang berdampak pada harga energi berpotensi memberikan pengaruh signifikan terhadap harga logam," ujar Meger.
Selain inflasi dan kebijakan The Fed, investor juga mencermati pemilihan umum AS pada 3 November serta potensi dampaknya terhadap kebijakan fiskal dan sentimen pasar secara luas.
Di Eropa, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde akan mengakhiri masa jabatannya pada 7 Februari mendatang, berdasarkan pengumuman bank sentral tersebut.
ECB mempertahankan suku bunga acuannya pada Kamis (29/10), tetapi memperingatkan meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi. (Aldo Fernando)