Meski demikian, industri semen domestik masih menghadapi tekanan margin akibat tingginya biaya energi dan fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Volatilitas harga energi global serta belum pulihnya biaya produksi secara optimal mendorong pelaku industri untuk terus meningkatkan efisiensi operasional dan penggunaan bahan bakar alternatif. Penyesuaian harga jual juga menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi tekanan biaya.
Selain faktor biaya, perubahan cuaca turut menjadi tantangan bagi industri semen. Memasuki musim hujan, aktivitas konstruksi berpotensi melambat sehingga dapat memengaruhi permintaan semen dalam beberapa bulan mendatang.
(Rahmat Fiansyah)