Koreksi dua hari berturut-turut ini mengindikasikan momentum rebound mulai kehilangan tenaga, sementara indeks kembali menghadapi pengujian level teknikal penting.
BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tekanan setelah rebound kehilangan momentum. Indeks kembali mendekati support Fibonacci 5.246-5.181.
Resistance terdekat berada di 5.455, disusul 5.804 sebagai area gap. IHSG perlu kembali menembus 5.455 untuk membuka peluang pemulihan jangka pendek.
Namun, indikator MACD yang masih berada di zona negatif menunjukkan momentum bearish belum berakhir, sehingga risiko pelemahan lanjutan tetap perlu dicermati.
Tekanan juga datang dari arus dana asing.
Pada sesi I Selasa (27/10), investor asing mencatatkan net sell Rp578,30 miliar.