Algo Research pada Senin (12/10) siang menyebut, kabar tersebut menjadi salah satu faktor yang didengar dari pelaku pasar di balik pelemahan bursa saham Indonesia pada sesi pertama perdagangan.
Meski risiko penurunan status Indonesia menjadi pasar frontier dinilai kecil, Algo Research memperkirakan MSCI masih mempertahankan pembekuan atau freeze terhadap saham Indonesia pada November 2026, dengan peluang pembukaan paling cepat pada Mei 2027.
Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG telah menembus support psikologis 6.000 dan masih berada di bawah MA20 di level 6.216, yang mengindikasikan tekanan bearish masih berlanjut.
Support berikutnya berada di level 5.850 atau Fibonacci 0,618. Jika level tersebut ditembus, risiko koreksi lanjutan akan meningkat.
Sementara itu, area 6.154-6.214 menjadi resistance sekaligus area pemulihan terdekat.