Indikator MACD juga masih menunjukkan sinyal bearish, dengan garis MACD berada di bawah signal line dan histogram negatif.
Dengan kondisi tersebut, ruang rebound dinilai masih terbatas selama IHSG belum kembali menembus area 6.154-6.214.
Selain rumor terkait MSCI dan regulator, pasar juga menghadapi sejumlah katalis eksternal pekan ini, mulai dari eskalasi geopolitik Timur Tengah, rilis inflasi Amerika Serikat dan data ekonomi China pada 14 Oktober, hingga agenda IMF–Bank Dunia serta pidato sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed).
BRI Danareksa Sekuritas menilai data CPI Amerika Serikat akan menjadi perhatian utama karena inflasi yang kembali tinggi dapat memperkuat ekspektasi suku bunga ketat, menopang dolar AS, dan menekan aset pasar berkembang.
Sementara itu, data China akan menjadi indikator penting bagi prospek permintaan komoditas dan saham berbasis komoditas Indonesia. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.