Pengaruh aturan harga terendah tersebut terhadap IHSG secara umum diproyeksikan relatif terbatas, sepanjang emiten berkapitalisasi pasar besar yang menjadi penggerak utama indeks tidak mengalami tekanan jual signifikan.
Menghadapi fase konsolidasi bawah yang sarat ketidakpastian, pelaku pasar disarankan untuk mengutamakan manajemen modal dan tidak berspekulasi berlebihan. Sikap selektif dalam memilih saham berfundamental kokoh menjadi benteng perlindungan portofolio sebelum tren penguatan terkonfirmasi secara utuh.
"Strategi investor saat ini lebih tepat adalah masuk secara selektif dan bertahap, bukan mengejar momentum, melainkan buy on weakness secara terukur pada saham berfundamental dan berprospek bisnis jelas. Pekan terakhir September adalah fase mencicil posisi sambil menunggu konfirmasi IHSG bertahan di atas support 6.220–6.230 jika bertahan dan menembus 6.320, eksposur investasi bisa ditingkatkan, tetapi jika support jebol, strategi perlu kembali defensif dan menjaga likuiditas," kata Hendra.
(NIA DEVIYANA)