Sejak 16 Oktober, akumulasi net sell asing mencapai Rp13,46 triliun di pasar reguler.
Tekanan terhadap IHSG turut terlihat pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar, terutama dari kelompok konglomerasi dan perbankan.
Sejumlah saham konglomerasi mencatat penurunan lebih dalam dibandingkan indeks, dengan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) anjlok hingga auto rejection bawah (ARB) 6,95 persen, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang melemah 6,90 persen dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 6,69 persen.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga terkoreksi 6,08 persen, sedangkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 5,33 persen.
Di kelompok perbankan besar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 3,07 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 2,59 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 2,41 persen.