Berdasarkan penilaian tiga sumber di sektor minyak dan keamanan, waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki fasilitas tersebut masih belum jelas.
“Harga minyak melanjutkan penurunan pada sesi sebelumnya pada Kamis karena kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dari Timur Tengah sedikit mereda,” kata Senior Market Strategist platform perdagangan Exness Christopher Tahir, seperti dikutip Reuters.
Tahir mengutip peningkatan aliran minyak mentah melalui pemuatan tambahan di lepas pantai Oman serta upaya memulihkan pipa East-West.
“Meski demikian, pasar fisik masih ketat sehingga ruang penurunan harga lebih lanjut terbatas. Lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz terus menurun, sementara ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi membuat jalur pelayaran Laut Merah dan infrastruktur energi regional tetap rentan terhadap gangguan baru,” imbuh Tahir.
Bank DBS Singapura mengatakan skenario dasarnya untuk kuartal IV-2026 mengasumsikan ketegangan antara AS dan Iran mereda. Dengan skenario tersebut, harga Brent diperkirakan stabil di kisaran USD85-USD95 per barel. (Aldo Fernando)