IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada Dewan Energi Nasional (DEN) untuk mengambil sejumlah langkah strategis guna memperkuat ketahanan energi Indonesia, terutama di tengah gejolak geopolitik saat ini.
Arahan tersebut mencakup percepatan adopsi bahan bakar nabati berbasis etanol, optimalisasi ladang migas eksisting, hingga pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Minyak dan Gas Bumi (Migas).
Arahan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Dewan Energi Nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, sebagaimana dijelaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dikutip Jumat (18/9/2026).
Terkait bahan bakar berbasis etanol, Bahlil mengatakan Prabowo meminta DEN menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai E20, yakni bahan bakar minyak dengan campuran 20 persen etanol, serta E50, yang mengandung 50 persen etanol.
Menurutnya, arahan tersebut diberikan agar Indonesia dapat membangun kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).
“Ini sebagai bentuk daripada mendorong ketersediaan BBM dalam negeri,” kata Bahlil.
Dia menambahkan, tekad pemerintah mempercepat E20 juga berkaca pada keberhasilan program B50 dalam menekan impor BBM jenis solar.
Sekadar informasi, B50 merupakan bahan bakar yang terdiri atas campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dan 50 persen BBM jenis solar. Program yang diluncurkan sejak 1 Juli 2026 itu diperkirakan dapat menghemat devisa Indonesia sebesar Rp170 triliun pada tahun ini.
“Yang ini (B50) mengantarkan kita untuk tidak lagi melakukan impor solar. Nah, belajar dari sini, Bapak Presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk kita membangun E20, E50,” kata dia.