Dalam sepekan, harga Brent naik 0,79 persen, sedangkan WTI menguat 0,82 persen.
Secara bulanan, Brent mencatat kenaikan 13,6 persen, sementara WTI melesat 15,2 persen.
Kenaikan pada perdagangan terakhir pekan ini terjadi ketika pelaku pasar bersiap menghadapi potensi eskalasi konflik Iran setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS).
Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz turut memperbesar kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
"Pelaku pasar akan tetap mencermati aliran minyak dari Timur Tengah dan kemungkinan eskalasi oleh pasukan Amerika Serikat serta sekutunya," kata Senior Vice President Trading BOK Financial Dennis Kissler, seperti dikutip Reuters.
Pada Jumat, sebuah kapal tanker di Selat Hormuz terkena perangkat peledak yang ditempelkan oleh sebuah kapal kecil, menurut UKMTO, layanan keamanan maritim Inggris. Belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.