Sementara bagi WTI, kenaikan ini menjadi yang pertama setelah sebelumnya tertekan selama enam sesi berturut-turut dengan penurunan mencapai 13 persen.
Sentimen pasar kembali dipengaruhi perkembangan di Timur Tengah. Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman mengatakan Saudi mencegat enam rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi yang didukung Iran.
Serangan tersebut menyasar wilayah Provinsi Taif dan kawasan Yanbu di pesisir Laut Merah.
Di sisi lain, maskapai penerbangan Iran dilarang beroperasi di sejumlah negara tetangga, termasuk Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman, sebagai respons terhadap sanksi baru AS.
Kebijakan tersebut menjadi dampak besar pertama dari perubahan strategi AS yang mulai menargetkan perusahaan di negara ketiga yang berbisnis dengan Iran melalui penerapan sanksi sekunder.