Hasil tersebut berlawanan dengan ekspektasi analis yang disurvei Reuters. Mereka sebelumnya memperkirakan persediaan minyak mentah AS turun 641.000 barel. Sementara itu, stok bahan bakar tercatat turun.
Pergerakan harga minyak juga dipengaruhi perkembangan di pasar produk olahan.
Kontrak diesel ultra-rendah sulfur turun sekitar 5 persen setelah Politico melaporkan pemerintahan Trump sedang menyiapkan rencana larangan ekspor diesel selama 90 hari.
Namun, Gedung Putih kemudian membantah laporan tersebut.
Menteri Energi AS Chris Wright sebelumnya mengatakan pada Rabu bahwa larangan ekspor diesel tidak akan efektif.
Sejumlah analis dan pelaku pasar juga memperingatkan kebijakan tersebut hanya akan sedikit membantu meredakan tingginya harga energi, bahkan berpotensi memperburuk pasokan global dan menambah gangguan terhadap perekonomian. (Aldo Fernando)