Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih sebelum melakukan perjalanan kampanye bahwa dirinya masih mempertimbangkan sejumlah opsi terkait Iran.
"Sekarang saya harus mengambil keputusan. Mereka akan menandatangani kesepakatan yang sangat adil, atau mereka tidak akan ada lagi," ujar Trump.
Pernyataan tersebut, ditambah keputusan China menghentikan ekspor bahan bakar, memicu perdagangan minyak yang bergejolak.
Harga minyak sempat turun sekitar 1 persen pada awal perdagangan, tetapi kemudian berbalik naik setelah Reuters melaporkan bahwa penyuling minyak China menghentikan ekspor produk minyak ke luar Hong Kong dan Makau hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan, seperti dikutip Reuters, larangan ekspor dari China menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap ketersediaan produk minyak di dalam negeri.