IDXChannel - Harga emas naik lebih dari 1 persen pada Kamis (15/10/2026), mengakhiri penurunan dalam tiga hari perdagangan berturut-turut.
Penguatan harga emas didukung pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil US Treasury, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan ini tetap rendah meski data inflasi Amerika Serikat (AS) lebih tinggi dari perkiraan.
Harga emas spot naik 1,61 persen menjadi USD4.170,69 per troy ons. Sehari sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah dalam sepekan.
Indeks dolar AS turun 0,5 persen, sementara imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di level terendah dalam tiga pekan.
Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan pasar sebelumnya sudah mengantisipasi data inflasi produsen (PPI) yang tinggi setelah data inflasi konsumen (CPI) AS pada Rabu menunjukkan hasil di atas perkiraan.
"Saya pikir pasar sebagian besar sudah mengantisipasi data PPI yang tinggi setelah data CPI kemarin lebih tinggi dari perkiraan," kata Grant, seperti dikutip Reuters.
Menurut dia, pasar mulai menyadari ruang gerak The Fed cukup terbatas, salah satunya akibat kondisi fiskal AS.
Kenaikan suku bunga lebih lanjut dinilai dapat menjadi beban besar bagi perekonomian.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membuat emas kurang menarik karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Data terbaru menunjukkan harga produsen AS meningkat pada September dengan laju tercepat dalam 4,5 tahun, didorong kenaikan biaya barang dan jasa.
Data tersebut menjadi indikasi terbaru bahwa tekanan inflasi mulai meluas di luar produk energi.
Data PPI tersebut dirilis sehari setelah laporan CPI AS menunjukkan inflasi meningkat pada September akibat lonjakan harga bensin.
Setelah data CPI dirilis, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sempat meningkat tajam.
Namun, Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly dan Wakil Ketua The Fed untuk Supervisi Michelle Bowman mengatakan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat belum tentu diperlukan.
Pernyataan tersebut meredam ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga pada Oktober.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada akhir bulan ini sekitar 29 persen, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Investor juga menantikan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) pada pukul 23.30 waktu setempat atau Jumat (16/10) pukul 10.30 WIB.
Pernyataan tersebut akan dicermati untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed menjelang pertemuan bank sentral AS bulan ini. (Aldo Fernando)