Data CPI AS yang dirilis pada Rabu (12/8) dan data indeks harga produsen (PPI) pada Kamis (13/8) waktu setempat diperkirakan menjadi faktor penting dalam membentuk ekspektasi kebijakan moneter.
Sebelumnya, data ketenagakerjaan AS yang lemah pada Jumat (7/8) membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September dan mendorong harga emas melonjak 2,4 persen dalam sehari.
“Emas masih cukup kuat setelah kekecewaan terhadap data ketenagakerjaan pekan lalu yang mengikis ekspektasi kenaikan suku bunga pada September,” kata Grant.
Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 50 persen dan pada Desember sebesar 79 persen, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack pada Senin (10/8) mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mulai menaikkan suku bunga secara bertahap guna menghindari kebutuhan kenaikan yang lebih tajam di kemudian hari.