Menurut Wyckoff, kenaikan imbal hasil US Treasury dan dolar AS yang berada di sekitar level tertinggi dalam beberapa pekan menciptakan tekanan besar bagi harga logam mulia.
Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam dua bulan. Kondisi tersebut membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS.
Pada saat yang sama, imbal hasil US Treasury kembali meningkat sehingga menaikkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga minyak naik sekitar 3 persen setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak kesepakatan damai dari Iran untuk menyelesaikan konflik kedua negara sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi sehingga bank sentral dapat mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.