Perhatian investor juga tertuju pada pemilu AS yang berlangsung Selasa.
Sejumlah jajak pendapat dan analis independen memperkirakan Partai Demokrat berpeluang merebut kendali House of Representatives (DPR) dari Partai Republik. Sementara itu, persaingan untuk menguasai Senat masih belum pasti.
Analis pasar Forex.com, Fawad Razaqzada, mengatakan kemenangan Partai Demokrat di kedua kamar Kongres berpotensi menekan dolar AS karena dapat mempersulit pemerintahan untuk meloloskan undang-undang, termasuk kebijakan terkait batas utang pemerintah.
"Jika dolar AS melemah, hal itu bisa menjadi salah satu faktor yang menopang harga emas," ujarnya.
Sementara itu, World Gold Council (WGC) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan investasi emas sepanjang tahun ini menjadi 200 ton, dari perkiraan sebelumnya sebesar 400 ton.
Meski demikian, lembaga tersebut menaikkan estimasi pembelian emas oleh bank sentral.