Di sisi lain, kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan akibat serangan terbaru dalam kedua konflik tersebut masih membayangi pasar.
"Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi menjadi tekanan bagi harga emas," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, seperti dikutip Reuters.
Dolar AS menguat tipis ketika investor mencermati ketidakpastian terkait kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran serta hasil pemilu paruh waktu. Pada saat bersamaan, imbal hasil obligasi pemerintah AS juga bergerak naik.
Di sisi lain, sedikit meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga memberikan dukungan bagi emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada Desember mencapai 79 persen.