Wi-Fi 8, yang sedang dikembangkan melalui standar IEEE 802.11bn, mengusung pendekatan Ultra High Reliability (UHR), di mana fokusnya yaitu meningkatkan keandalan dan konsistensi koneksi, terutama pada lingkungan dengan kepadatan perangkat tinggi, interferensi antarsinyal, dan pengguna yang terus bergerak.
"Arah pengembangannya mencakup Coordinated Spatial Reuse, yang memungkinkan koordinasi penggunaan spektrum dan daya pancar antar-access point, serta Coordinated Beamforming, yang mengoordinasikan pembentukan pancaran sinyal untuk mengurangi interferensi terhadap perangkat lain," ujar Director TP-Link Indonesia, Jimmy Gu, dalam kesempatan yang sama.
Menurut Gu, langkah pengembangan Wi-Fi 8 juga diarahkan untuk menekan lonjakan latensi, mengurangi kehilangan paket data, serta memperlancar perpindahan koneksi antar-access point atau roaming.
Bagi Omada, kualitas jaringan harus dirasakan sampai ke perangkat pelanggan. Di tengah penggunaan spektrum frekuensi yang semakin padat, koneksi perlu tetap stabil ketika banyak perangkat aktif bersamaan, saat pengguna berada di batas jangkauan sinyal, maupun ketika berpindah lokasi.
Keandalan tersebut semakin dibutuhkan untuk mendukung komunikasi video, aplikasi cloud, perangkat IoT, serta layanan berbasis AI yang bergantung pada pertukaran data secara responsif.