Kondisi tersebut dinilai berpotensi menekan pembentukan laba.
Kedua, tekanan likuiditas tersebut berimbas pada ruang permodalan BMRI.
Rasio capital adequacy ratio (CAR) bank-only turun menjadi 17,5 persen pada semester I-2026, sehingga perseroan menerbitkan instrumen AT1 yang menambah sekitar 0,9 persen terhadap risk-weighted assets (RWA) pada bulan lalu.
Pembagian dividen interim pada 2 Oktober 2026 juga dinilai dapat membuat BMRI lebih berhati-hati dalam menentukan prospek dividen dan pertumbuhan kredit.
Ketiga, BMRI masih menghadapi potensi peningkatan risiko kredit dari sektor konstruksi BUMN.
Meski skalanya dinilai lebih kecil dibandingkan gelombang sebelumnya, kondisi tersebut telah mendorong cost of credit (CoC) dari di bawah 60 basis poin secara tahunan pada kuartal I-2026 menjadi berada dalam kisaran panduan 60-80 basis poin untuk 2026 pada semester I.
Mirae melihat ruang penurunan CoC masih terbatas, terutama karena rasio loan loss reserve (LLR) BMRI berada di sekitar 2,4 persen, level terendah dalam sejarah bank dan di bawah sejumlah bank besar lainnya. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.