BMRI merupakan satu-satunya pihak penerima gadai sehingga kecil kemungkinan bank akan langsung memaksakan penjualan saham pada harga yang tertekan.
Di sisi lain, Nurkholis menilai ruang untuk menambah agunan juga terbatas karena 100 persen saham pengendali JARR dan PGUN telah dijaminkan.
Berdasarkan perhitungan Mirae, penurunan sekitar 64 persen pada nilai saham agunan dapat membuat nilai jaminan berada di bawah nilai fasilitas pinjaman yang diasumsikan.
Di luar risiko dari transaksi tersebut, Mirae tetap mempertahankan pandangan bearish terhadap saham BMRI. Ada tiga faktor yang menjadi perhatian.
Pertama, kondisi likuiditas bank yang semakin ketat.
Loan-to-deposit ratio (LDR) BMRI mencapai 94,4 persen pada delapan bulan pertama 2026, sementara deposito berjangka tumbuh agresif sebesar 48 persen secara tahunan.